• admin

Apa itu Drip Marketing? INILAH Panduan lengkap untuk Drip Campaign, Lifecycle Emails, dan lainnya


Email newsletters adalah cara terbaik mengirimkan tim anda pengumuman terakhir. Tetapi mereka memiliki permasalahan utama: pelanggan baru hanya melihat email baru, dan tidak pernah mendapatkan email pertama yang kamu kirimkan didaftar anda. Semua yang mereka lihat adalah hal yang anda kirimkan setelah mereka sign up.


Sering disebut drip campaign tapi diketahui dengan banyak nama lain juga – drip marketing, automated email campaign, lifecycle emails, autoresponders dan marketing automation – dengan konsep yang sama: mereka mengatur marketings email terkirim secara otomatis sesuai penjadwalan. Terkadang sebuah email akan segera terkirim sesegera setelah sign up, dan kemudian terkirim lagi 3 hari kemudian, satu lagi itu seminggu kemudian. Atau email dapat dikirim secara beragam tergantung pemicunya atau tindakan yang ditunjukkan seperti sign up untuk pelayanan atau pembelian, itulah kenapa terkadang mereka disebut behavioral emails.


Menyiapkan drip email campaign terlihat menakutkan, jadi pada bagian ini kami akan membahas mengenai apa itu drip campaigns, kapan mereka aktif, dan bagaimana anda menggunakannya untuk mengolah pelanggan yang dipisahkan dari user. Dibagian selanjutnya, kita akan mendalami aplikasinya dan tools yang anda butuhkan untuk membuat drip campaign berhasil.


Apa itu Drip Campaign?


Drip Campaign, seperti yang disebutkan sebelumnya, email yang secara otomatis diatur terkirim pada waktu tertentu atau karena tindakan user. Mereka memungkinkan anda untuk berkenalan dengan kelompok yang mirip seperti ketika anda melakukan sign up untuk akun atau seberapa sering user tersebut mengunjungi website anda. Sering kali sebuah drip email terkirim dari antrian email yang telah ditulis sebelumnya – tidak perlu penulisan manual dan mengirimnya satu per satu. Mereka juga dapat personalisasikan dengan contact name, company info, dll.


Sederhananya, drip marketing adalah semua tentang memberikan orang-orang informasi yang tepat di waktu yang tepat, jika seseorang berlangganan pada blog anda, sebagai contoh, drip campaign dapat mengirim welcome email saat itu juga, dan dua hari kemudian, akan ada email yang isinya mengenai kontennya. Atau jika seorang pelanggan potensial berada disekitar halaman “premium upgrade” untuk beberapa minggu tetapi belum juga tertarik, sebuah drip campaign akan mengirimkan mereka email dengan lima alasan untuk rencana pembelian.


Bagusnya drip email ini adalah semua yang terjadi secara otomatis dipicu dan merupakan user segment yang telah ditetapkan.


Apakah melakukan drip campaign sungguh berhasil? Yup: Berdasarkan penelitian, oleh team behind the email-marketing suite Emma. Email relevan yang ditargetkan menghasilkan 18 kali lebih bernilai dari globally-broadcasted ones. Terkadang tidak mengejutkan, Mereka juga menemukan bahwa orang-orang yang membaca drip email seperti mengirimkan link untuk diklik, dengan 119% meningkatkan click rate dari drip emails.


Terutama mempertimbangkan bahwan anda bisa menggunakan ulang konten, dan semuanya dikirim secara otomatis. Anda dapat memspesifikasikan drip campaign untuk memberi pengetahuan, atau pujian terbaik pada pelanggan terbaik anda, menolong orang-orang yang menyukai halaman website anda. Yang terpenting, itulah kenapa anda mendapatkan pin-point user groups dengan drip emails, segmentasikan daftar email anda, dan dapatkan orang-orang yang tepat untuk siap membeli. Anda dapat mensegmentasikan daftar anda sesuai pada demografi, riwayat traksaksi, dan email user yang telah terbuka sebelumnya, arahkna ke percakapan lebih lanjut dan kurangangi unsubsribbers.


Berita baik lainnya, anda tidak perlu usaha yang berlebih. Banyak sekali drip email yang mengganggu pelanggan anda. Tapi sebenarnya drip email dapat menjadi sempurna dengan cara mengingatkan orang untuk membeli produk anda, ajari mereka bagaimana menggunakan tools yang akan mereka beli nantinya, dan dapatkan subscribbers baru dengan email newsletter. Dan lebih spesifikasikan lagi segmen anda, lebih seperti anda akan mendapatkan interaksi dan ketertarikan dari subscribbers anda – kita akan melakukan hal yang lebih dalam lagi dalam membangun segmen.


Kapan anda menggunakan Drip Campaign?

Drip Campaign adalah blanket term yang mencakup beberapa strategi pemasaran yang berbeda. Tapi dengan tujuan yang sama: pastikan user tetap tertarik dengan produk anda.

Mari kita lihat 10 kasus penggunaan dimana menyiapkan drip campaign secara otomatis akan membantu anda mendapatkan informasi yang relevan untuk target pembaca, dan menjadikannya sebagai pelanggan. Anda bisa mencobanya menggunakan user anda, atau terkadang mereka memicu imajinasi anda untuk cara menggunakan drip campaign untuk produk atau pelayanan anda.

Nurturing Leads

Leads – Istilah yang mungkin anda ingat dari pengantar CRM Apps – pelanggan prospektif, orang yang akan membeli produk anda di kemudian hari. Mereka mungkin membutuhkan sedikit hand-holding, or nurturing – dekati mereka hingga mereka akhirnya siap untuk membeli produk kita. Lead Nurturing dapat mengambil banyak hal, seperti informasi pada pelayanan anda, membantu mereka untuk menggunakan fitur, atau menawarkan mereka trials.


The folks behind marketing automation app Drip mengatakan bahwa ketika brands nurture leads, mereka mendapatkan lebih dari 50% pembelian dari pelanggan; emma menambahkan bahwa nurture leads membuat 47% pembelian lebih besar.


Anda tidak bisa secara personal mendekati setiap user untuk menemukan dan membeli produk anda, tapi drip email dapat melakukan itu untuk anda. Anda dapat menggunakan welcoming, onboarding, engagement, atau abandoned shopping cart drips – selama saling terkait email drip satu sama lainnya - to nurture your leads dan ajak mereka agar dapat menjadi konsumen.


Welcoming


Anda telah melakukan pekerjaan marketing dengan baik, dan siap menerima orang-orang baru untuk sign up untuk trial atau meminta informasi mengenai produk mereka. Tapi bagaimana para user baru ini tau mengenai produk anda dan kenapa banyak?


Itulah kenapa welcome email yang terbaik – itulah mereka segera merespon konten terbaik dari perusahaan anda, dan sebagai pengguna utama produk anda.


Jika seseorang berlangganan pada newsletter anda, anda dapat menggunakan welcome drip yang diatur untuk secara otomatis terkirim pada orang yang paling banyak membagikan post anda. Atau jika anda memiliki trial baru – level sign up untuk bisnis anda, coba drip bersamaan dengan contoh kasus pada bagaimana pelanggan menggunakan produk tersebut.


Sebaiknya, welcome email gunakan kata-kata yang baik seperti, "Hey there, nice to meet you!"


Statistik menunjukkan bahwa pengguna benar-benar mengharapkan – dan seperti – welcome emails ketika mereka sign up untuk pelayanan baru atau newletter. Experian's white paper pada welcome emails menunjukkan bahwa autoresponded menyukai sebanyak rata-rata 58,7% open rate, yang mana email normal sekitar 14,6%. Ketika welcome email terkirim secara segera, open rate meningkat naik sebanyak 88,3%. Bukankah sangat baik menggunakan welcome drip email campaign, dan anda akan mendapatkan respon yang luar biasa dan perhatikan momentum untuk melakukan follow up pesan.


Onboarding


Pageviews and trial users sangat baik, tetapi pada akhirnya yang anda butuhkan adalah pembeli anda melakukan sign up dan juga membeli produk anda. Itulah saatnya onboarding drip strategy dilakukan: dimana didalamnya berisikan welcome scenario atau jadwal newsletter, yang mana memperkenalkan pada pelanggan anda tentang brand anda dan nilai jual anda, onboarding emails menawarkan target penjual – atau tujuan kecilnya untuk agar mereka dapat menggunakan dan membayar untuk produk anda – untuk pelanggan anda.


Kata “penjualan” dapat berarti mengunduh aplikasi mobile anda, sign up web anda, atau pembelian pelanggan premium. Chris Hexton, sebagai CEO and co-founder of email marketing app Vero, membagikan nasehat yang membantu pada Unbounce's blog mengenai mendapatkan user anda untuk activation stage:


By using automated emails, you can setup a system that helps to drive customers toward activation in your product.


The first step here is to identify what counts as activation. In Vero’s case it's the sending of a customer's first live behavioural email, in Unbounce's cases it's the creation of their first landing page….What you really want to do here is encourage new, inactive users to take this activation step as soon as possible.


Untuk contoh lainnya, poin dari Hexton untuk Dropbox's effective drip campaign bahwa target user yang tidak mendowload aplikasi di desktop, dan mengarahkan mereka untuk meng install. Vero juga menjelaskan “bagaimana Trunk Club menggunakan automated email (tapi tetap personal)” untuk meraih trial user yang tidak tertarik dan meletakkan nya pada pelayanan premium.


Abandoned Shopping Carts


Anda dibuat terpikat dengan newletters, penawaran flash sale, dan akhirnya dibujuk untuk melakukan klik pada tombol "add to cart". Lalu: penjualan dengan cara sulit anda lenyap. Kan?


Biasanya, membuang shopping cart yang penuh itu lebih biasa daripada yang anda pikirkan. Mark Macdonald, seorang content manager di eCommerce empire Shopify menunjukkan sekitar 67,45% dari shopping cart adalah abandoned.


Tapi dengan drip campaign yang otomatis, anda bisa re-engage pelanggan yang bingung dan arahkan mereka kembali untuk menklik tombol “buy”. Setiap kali pelanggan yang meninggalkan produk dalam cart dan tidak dibeli, gunakan drip untuk follow up dan konfirmasi bahwa barang tersebut masih tersedia. Anda bahkan tidak perlu menjual produk secara fisik agar ini berhasil. Dengan sebuah aplikasi, misalnya, menggunakan sales page yang spesifik – mungkin satu dari manfaat yang anda berikan dan dibandingkan dengan yang lain – sebagai pemicu, anda dapat mengirimkan informasi follow up pada siapapun yang mengunjungi halaman tersebut tapi ditak mengkonvesinya.


Hubspot – Sebuah inbound marketing suite yang semua penawarannya dari email otomatis yang dianalisa – fitur reseacrh pada blog ini menunjukkan ketika cart-abandoning user kembali melakukan pembelian, 72% dari mereka melakukannya kurang dari 24 jam – ini seperti permintaan otomatis yang cukup kuat dari penjual, yang dirancang untuk menarik pembeli kembali. Jadi, sedikit menunggu pelanggan potensial mengunjungi halaman, kemudian mengirimkan drip pada saat mereka melihat email dan menindaklanjutinya – mungkin pada saat makan siang, atau di sore hari.


Drip email anda memiliki peluang yang bagus pada saat closing the sale. Menurut SaleCycle, abandoned cart email rata-rata sekitar 46,1% open rate, 13,3% click rate, dan $5.64 per email dengan pendapatan tambahan.


Recommendations


"You might also like" bukan hanya untuk Netflix - recommendation engines adalah landasan bagi hampir setiap online retailer (ahem, Amazon). Semakin banyak perusahaan mengetahui tentang anda dan anda memiliki kebiasaan untuk membeli, mereka akan memprediksikan apa yang anda sukai dan tidak anda sukai. Dengan informasi tersebut, menreka dapat mengirim drip email yang berisikan produk atau kupon spesifik untuk kecenderungan pembelian anda.


Sebagai contoh, jika anda membeli sebuah keurig coffee brewer online, penjual mungkin akan mengirimkan anda kupon untuk 20-count K-cup packs atau aksesoris Keurig, karena mereka mengetahui bahwa anda adalah brewer. Mereka juga akan merekomendasikan anda K-cup flavor hanya karena mereka pikir anda akan menyukainya, sehingga akan mendapatkan kemungkinan penjualan.


Sama seperti aplikasi entertainment Spotify – tim ini tau musik apa yang anda dengarkan, dan mereka membuat drip campaign untuk anda kapanpun artis tersebut merilis lagu baru, atau ketika band baru di genre kesukaan anda dengan spotify. Airbnb bahkan lebih jauh. Vero secara otomatis akan menghilangkan Airbnb karena ini bukan kebiasaan dari data browsing anda .


Anda tidak perlu bisnis milyaran dollar untuk meletakkan pengetahuan pada tindakkan anda. Coba targetkan segmen anda dengan drip based pada aspek pelayanan yang banyak digunakan, atau konten apa yang paling menarik.


Sederhana melihat Amazon dan yang lainnya terlalu banyak kerja keras untuk merekomendasikan email, terutama ketika melihat balasan yang berpotensi. David Selinger, CEO of RichRelevance – yang mana menyampaikan rekomendasi engine infrastructure untuk beberapa penjual online nasional – menyebutkan bahwa software ini dapat menaikkan nilai 3-5%.


Renewals


Tidak perduli apakah user memperpanjang langganannya atau menghabiskan nya, anda dapat mengirimkan drip email campaign untuk mengikat konsumen selama renewal process.

Untuk renewal otomatis, coba gunakan autoresponden yang mengirimkan user pemberitahuan bahwa akunnya telah berubah. Anda bisa mengirimkan email pemberitahuan yang berisikan informasi kontak untuk tim customer care, atau link yang merujuk pada update pembayaran atau informasi pembelian. Jika anda sudah berlangganan, jangan rennew, buat drip email anda berisikan CTA, arahkan pelanggan untuk re-up dengan pelayanan anda. Dan untuk user yang renew, pastikan kirimi mereka ucapan terima kasih karena sudah tetap menggunakan pelayanan anda dan memungkinkan mereka untuk membagikan produk pada teman mereka.


Konfirmasi


Ketika anda close the sale, atau lebih baik, yakinkan user untuk tetap dengan produk anda di tahun yang akan datang dengan pendeskripian renew. Tapi email drip anda tidak akan terlalu berhasil. Anda juga bisa menggunakan drip email campaign untuk konfirmasi pada user mengenai pembayaran renew – cukup atur ucapan “terima kasih” dan kirimkan ketika mereka telah menyelesaikan pembayaran. Pada confirmation drip, anda dapat memasukkan beberapa link dari fitur baru produk anda untuk mengikat mereka kembali pada brand anda.


Seharusnya tidak perlu khawatir untuk mengirimi user anda email receipt setelah mereka melakukan pembayaran, tetapi anda juga dapat memanfaatkan komunikasi ini dengan produk terkait dan juga peningkatan penjualan. Dan dengan confirmation untuk hal-hal seperti pemesanan tiket dan ruangan hotel, kirim email sesegera mungkin sehari sebelum hari acara untuk mengkonfirmasi kode penting. Kemudian, kirimi drip email yang lain beberapa hari kemudian, meminta mereka untuk mereview produk atau pelayanan anda dan menawarkan kupon untuk pembelian selanjutnya.


Keterikatan


Ini adalah rumus matematika sederhana: semakin seseorang terikat dengan website anda, semakin besar kemungkinan mereka dikonversikan menjadi pelanggan yang berbayar. Engagement Email adalah jenis drip campaign yang mengundang penerima untuk kembali lagi ke website anda dan melihatnya kembali, dipicu l=oleh beberapa aktifitas web atau kurangnya aktifitas umum.


Social Site adalah salah satu contoh terbaik bagaimana menggunakan activity-based triggers. Jika seseorang di twittter memention anda dalam tweetnya, twitter dapat mengirimkan anda pemberitahuan lewat email, mengarahkan anda ke halaman twitter dan meresponnya. Pesan seperti ini bisa menjadi keuntungan yang besar untuk keterikatan. Vero's Hexton menyoroti autoresponded pada Linkedln untuk skill endorsement pada artikel di Marketing Land, yang mana dia berargumen bahwa drip ini sangat efektif karena memberikan anda kehangatan, tidak jelas dan mengarahkan anda untuk mendukung seseorang.


Tapi ini bukan hanya perasaan bahagia; semuanya berhasil dengan baik. Jika anda tidak log pada aktifitas di aplikasi fitness RunKeeper beberapa saat, mereka secara otomatis akan mengirimkan anda email “We miss you!”. Ini dapat mengingatkan anda untuk kembali pada aplikasi tersebut, dengan memberikan nuansa nostalgia seperti ini diharapkan user akan menggunakan aplikasi itu kembali.


Jika anda terlihat tidak ideal dalam keterikatan dengan hasil email marketing anda, anda mungkin butuh strategi dan pengalaman lagi. Kirimi mereka kembali penawaran yang insentif, mengganti jadwal, dan tulis ulang call to action.


Courses

Orang-orang ingin tau apa yang mereka dapatkan dari email. Jadi jika anda mengirimkan drip yang direncanakan – katakan cara bagaiman menaikkan traffic dalam enam minggu – pelanggan tidak hanya mengikuti itu, mereka akan berinteraksi dengan konten yang memungkinkan menaikkan rate. Kirimi konten secara acak, dan mungkin mereka bisa menolaknya.


Buat Drip campaign yang membuatnya menjadi lebih sederhana, terutama ketika anda menulis ulang konten yang lama, dan ini bisa juga menaikkan rate dan traffic anda. Satu lagi, begitu email terakhir terkirim dan pelanggan mengetahui produk anda, anda dapat membuat kesepakatan untuk mengajak menjadi pelanggan premium.


Ketika anda membuat konten yang baik dan orang-orang akan mengantisipasi untuk melihat pada inbox mereka, maka anda sukses. Vero mengatakan: course email – atau bagian dari email berkelanjutan – memiliki open rate 80% lebih tinggi daripada email biasa, dan 300% lebih tinggi c lickthrough rate to boot.


Unsubscribes

Ketika anda berbicara mengenai email otomatis, peluang ada dimanapun – pernah ketika user menekan tombol “unsubscribe”. Secepat mungkin mengutuk alamat emailnya dan blacklist IP addressnya dari web anda, menggunakan autoresponder untuk melakukan semuanya.


Selama ada pesan "we're sorry to see you go!", anda bisa menggunakan drip campaign otomatis untuk menaikkan channels lain seperti Facebook atau Twitter. Ingat: User tidak selalu melakukan unsubscribe karena mereka tidak menyukai brand anda – hanya saja mereka lebih nyaman berinteraksi dengan cara yang lain.


Banyak marketing-savvy brands menggunakan taktik ini, dan Vision6 digunakan bersamaan dengan best unsubscribes email.


Bagaimana mengatur sebuah Drip Campaign

Sekarang kita belajar bagaimana cara terbaik menggunakan drip campaign untuk mengkonverikan pada penjualan dan mengikat pelanggan anda, bagaimana cara sukses menggunakan drip campaign otomatis?


Perhatikan, ini tidak terlalu sulit. Inilah lima tahapan yang bisa anda gunakan untuk membangun drip email anda, seperti contoh target pelanggan anda, menulis email anda, tweak untuk hasil terbaik, dll


1. Identifikasi Target anda

Drip Campaign adalah semua tentang membuat subscriber anda menjadi subsection, dan memiliki target informasi pelanggan yang baik. Jadi yang paling penting disini adalah menentukan pemicu dan kelompok yang akan anda jadikan drip campaign strategy.


Drip biasanya menggunakan satu atau dua pemicu: menggunakan tindakan pada applikasi anda atau website anda, atau menambahkan user demographic information.


Contoh Tindakan:

· Seorang yang subscribe pada newsletter perusahaan anda, dan anda dapat mengirimkan kembali email menggunakan drip campaign.

· Seseorang membuat pembelian, dan anda secara otomatis mengirimkan mengirimkan mereka pembayaran dengan informasi pembelian.

· User mengunduh trial version dari aplikasi anda. Dan anda dapat mengirimkan mereka bagian dan enam instruksi email mengenai trial, yang mana memberikan banyak penawaran dalam penggunaan aplikasi secara full.


Contoh Demografi:

· Seorang user sign up untuk pelayanan anda minggu lalu, tetapi dia belum kembali lagi, jadi anda dapat mengirimkan email secara otomatis dan bertanya apakah membutuhkan bantuan.

· Seseorang mulai mengembangkan sesuatu dengan aplikasi anda, tetapi berhenti ditengah jalan, jadi kirimkan drip email yang menawarkan sebuah panduan dan beberapa tips.

· Sekitar liburan tahun lalu, Seorang usser membeli produk dari kategori spesifik produk anda, jadi anda mengirimkan daftar barang terbaru dari kategori tersebut desember kemarin

.


Pada email marketing cheat-sheet, Vero menyoroti bahwa behaviour tracking adalah cara terbaik dalam drip campaign secara personal dan memberikan pelanggan informasi yang tepat disaat yang tepat pula.


By tracking behaviour you can build up a 'profile' on each individual user that allows you to better serve their needs. Are they a loyal customer? Do they shop once a year? Are they looking for a bargain or a fan of a particular brand in your store? Do they login weekly or rarely?


Figure out the target audience and the problem that you're solving for them. Your drip campaign needs to be targeted to a specific behavior for it to be effective.


Coba targetkan pelanggan dengan segmen menggunakan karakteristik dari frekuensi kunjungan, seperti siapa yang paling sering melakukan klik pada subject di newsletter, sudah berapa lama dia sig up, seberapa sering mereka mengunjungi halaman premium atau sudah berapa lama mereka menjadi pelanggan berbayar.


Email marketing drip juga menjadi point yang sangat penting untuk lead nurturing campaigns yang melibatkan profil dan segmen: tanya user untuk data lebih lanjut, lacak bagaimana mereka berinteraksi dengan drip campaign terakhir, atau buat segmen baru dengan kategori baru.


2. Kreatifitaskan pesan anda

Sekarang anda tau siapa target anda, anda seharusnya membuat sebuah pesan yang dapat membantu dan meraih perhatian mereka. Apa yang harus user lakukan? Atau, apa yang anda ingin user untuk pelajari?


Jawaban mudahnya, Tulis pesan dengan benar, tindakan, dan atraktif. Buat pesan anda dapat membangun brand anda, yakinkan pesan anda dengan benar. Kembali pada Vero, content editor Jimmy Daly mengatakan promotional email campaign dari Evernote, menyoroti seberapa pentingnya manfaat, penggunaan CTA, and buat tahap selanjutnya yang tidak membuat salah paham.


3. Rencanakan Campaign Anda

Selanjutnya anda harus menggambarkan drip campaign anda – seperti apa alur kerja dari kontak pertama penjualan hingga dukungan. Ini juga saatnya anda menetapkan tujuan campaign anda, pastikan bahwa email yang lain juga ikut terkirim dengan yang lainnya, dan putuskan bagaimana anda mengukur hasil kinerja anda.


Berapa banyak email yang harus saya kirim, kapan, dan berisi tentang apa?

Baik ketika anda mencari pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang sudah terikat, urutan pengiriman akan menjadi bagian penting dalam keberhasilan campaign. Pertimbangkan berapa banyak informasi mengenai target yang dibutuhkan, kapan dia akan membutuhkannya, dan kenapa. Pada blognya, Jason Delodovici menuliskan sebuah artikel bagus tentang drip campaign, pastikan untuk mencatat urutan yang dipilih pada setiap email – dimulai dari sign up hingga penjualan – dan kenapa.


Pancing dengan menggunakan pesan saya?

Tidak ada salahnya memberikan kupon email untuk sesuatu yang telah dibelinya minggu lalu atau mendapatkan penjualan teratas setelah sign up di website. Dan pastikan bahwa setiap campaign anda itu harus langsung memicu ketertarikan. User harus mengerti kenapa mereka terus mendapatkan email.


Bagaimana mengukur kesuksesan?

Semoga setelah tahap ini anda dapat memahami mengapa anda perlu membuat drip campaign email yang kompleks – mungkin untuk mengakuisisi pelanggan, mengikat, atau mengedukasi mengenai produk yang rilis dan pembaruan produk. Apapun masalahnya, anda perlu menetapkan tujuan campaign anda, dan pilih metrick yang akan dijadikan alat ukur. Tergantung pada kemampuan analisa anda.


4. Mulai Campaign Anda

Setelah menentukan strategi, mulai mengirimkan. Lakukan ini, anda dapat mengimplementasikan custom drip software anda atau membeli an off-the-shelf product yang akan menaikkan anda dalam beberapa menit.


Sebelum mebuat keputusan, saya rekomendasikan untuk membaca our drip marketing app roundup, dimana Matt Guay menjelaskan tools terbaik untuk drip campaign otomatis anda, ditambah lagi fitur terbaik dari aplikasi penawaran.


5. Evaluasi dan sesuaikan

Hanya karena drip email campaign ini otomatis berarti anda tidak perlu mengawasi. Anda harus meluangkan waktu anda untuk mengsegmentasi pengguna, dan sesuaikan kembali strategi anda dengan segmen anda. Jika anda tidak mendapatkan click through rate y ang diinginkan, cobalah tulis ulang dengan ajakan yng lebih menarik; jika anda tidak memenuhi sasaran tingkat konversi anda dengan sale-closing email, cobalah banyak berkomunikasi untuk dapat memicu pelanggan. Evaluasi, Sesuaikan, ulangi.





Artikel ini disadur dari https://zapier.com/learn/email-marketing/drip-marketing-campaign/

PT. Mata Angin Digital

Centennial Tower Level 29, Jl. Gatot Subroto No. 27,
Karet Kuningan, DKI Jakarta 12950

WA +62 819 11111 809

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon

©2018 powered by Mata Angin Digital