4 KUNCI PERBEDAAN LANDING PAGE DENGAN HOME PAGE

Anda sering mendengar istilah ‘landing page’ dewasa ini, apalagi jika berkaitan dengan digital marketing. Tapi apa itu landing page dan bagaimana bedanya dengan website perusahaan Anda saat ini?
landing page vs home page



Sebagai konsultan strategi digital, saya sering mendapat pertanyaan ini. Walaupun landing page terlihat hampir mirip dengan home page biasa, ada beberapa kunci perbedaan yang membuatnya sangat penting untuk kampanye pemasaran digital Anda.


Audience, tujuan, target, dan bahkan terkadang sumber traffic dari landing page berbeda dari home page, jadi kritikal sekali untuk memastikan Anda mengoptimasi keduanya sesuai tujuannya. Untuk melakukan itu, Anda perlu memahami bagaimana mereka berbeda pada 4 area ini.



1. Audience/Pengunjung/Pemirsa


Perbedaan utama adalah audience Anda. Landing page ya.., sesuai dengan namanya. Ini adalah ‘halaman’ dimana orang ‘mendarat’ setelah klik salah satu iklan digital Anda. Ini ada contoh landing page dari UmrohHemat.Net,





Pengunjung yang datang ke landing page Anda melalui iklan mesin pencari pastinya sudah menunjukan ketertarikan terhadap produk atau perusahaan Anda. Contohnya, ketika orang ketik di Google “bengkel mobil di Semarang”, maka muncul iklan Anda lalu orang tersebut mengklik dan mendarat di landing page website Anda.


Anda tau orang ini secara spesifik sedang mencari bengkel mobil di area Semarang dan Anda boleh asumsikan dia akan lebih cepat meluncur di funnel Anda menjadi sales(pembeli) dibandingkan ada orang lain yang secara tidak sengaja masuk ke website Anda.


Dengan diklan digital seperti ini, Anda bisa menargetkan demografi tertentu yang kemungkinan konversinya lebih tinggi. Artinya, landing page Anda ini perlu dirancang agar cocok dengan kebutuhan tipe audience ini. Kecenderungan audience tipe ini adalah mereka tidak akan menjelajahi seluruh bagian website Anda, karena Anda telah memberikan informasi yang cukup yang mereka perlukan untuk mendorong mereka melakukan aksi/konversi.


landing page jebakan


Disisi lain juga, Anda tidak mau memberikan kesan kepada pengunjung tersebut bahwa mereka merasa ‘dijebak’ masuk ke sarang buaya. Tapi jika bisa merancang landing page dengan pas, Anda akan mendapatkan konversi atau sales jauh lebih banyak dibandingkan pada home page biasa.



2. Links/Tautan


Landing page hanya punya 1 tujuan : mengkonversi traffic yang datang. Sedangkan home page, fungsi tujuan dan kegunaannya terlalu banyak dan tumpang-tindih.


Contoh, pada home page klasik, biasanya ada menu navigasi yang nempel diatas halaman. Mungkin juga ada beberapa link pada footer bagian bawah, atau link ke social media. Anda butuh semua link ini agar bisa membantu pengunjung Anda dapat mencari dan berinteraksi dengan apa yang mereka butuhkan di website Anda.


Pada landing page, Anda jangan berikan link2 tersebut. Menjaga pengunjung Anda agar tetap berada di dalam halaman yang dimaksud hingga mereka melakukan konversi adalah tujuan utama seperti yang disebut diatas, jadi Anda perlu hindari mereka dari potensi distraction.


Ini ada sampel efektifnya sebuah landing page yang langsung pada tujuan. Hanya ada 2 pilihan bagi pengunjung : 1.) konversi(signup); atau 2.) keluar halaman.



signup form landing page


Bayangkan seperti ini, misalkan Anda memasang link ke media sosial Anda yang memiliki 10k page likes pada bagian atas halaman Anda. Ini memang membantu dari segi ‘social proof’ yang bisa mendorong pengunjung Anda convert, tapi jika akhirnya mereka klik symbol tersebut dan masuk Facebook, sia2-lah semua usaha Anda.


Pengunjung Anda masuk Facebook, lalu kepo-in page Anda, mungkin mereka juga akan klik like, lalu tiba2 mereka melihat di notif ada 2 friend request, dan 13 komen di posting mereka, dan 6 reply komen. Ya sudah, mereka langsung lupa dengan produk/perusahaan Anda, dan akan repot lagi untuk mereka kembali ke halaman website Anda tadi.


Lebih baik adalah memberikan informasi yang dibutuhkan audience Anda tanpa perlu membawa mereka keluar dari halaman. Untuk halaman yang panjang, Anda dapat menambahkan navigasi scroll ke bagian yang tepat pada halaman tersebut, atau bisa juga menampilkan jumlah follower media sosial Anda langsung pada halaman tersebut memakai screenshot atau webtools lainnya.


Jika memang perlu alasan yang mutlak untuk memberikan link ke halaman lain, coba gunakan fitur ‘lightbox/popup-box’ atau biarkan link tersebut membuka pada tab atau window lain. Dengan memberikan pilihan yang terbatas pada landing page, Anda dapat meningkatkan rasio kemungkinan audience Anda akan konversi.



3. Content/Isi


Mungkin saja Anda gunakan beberapa informasi yang sama seperti di home page, sebuah landing page selayaknya memuat konten yang secara spesifik tertuju pada satu penawaran atau produk/jasa yang Anda mau promosikan.


Tidak seperti traffic organik pada home page, Anda sudah tau kampanye dan kata kunci apa yang membawa pengunjung ke landing page. Jadi, landing page tersebut harus spesifik sesuai dengan kampanye atau kata kunci tadi.



home page toko buah


Sebagai contoh, Anda adalah perusahaan yang menjual buah-buahan. Seseorang ketik kata “pisang” pada Google lg lalu klik iklan Anda. Sekarang, daripada Anda membawa mereka ke home page dimana Anda menunjukan semua buah-buahan yang dijual, lebih baik Anda tujukan iklan ini ke sebuah landing page yang secara spesifik menjual pisang.



landing page pisang

Kenapa pisang Anda yang terbaik? Apa penawaran unik Anda sehingga mereka membeli pisang Anda dibandingkan toko buah lainnya?




home page law firm


Seperti juga apabila Anda sebuah kantor hukum/pengacara yang memberikan berbagai macam pelayanan hukum/kasus, tapi ada pengunjung Anda yang khusus mencari bantuan hukum dagang, maka buatlah landing page khusus tentang itu. Orang yang klik iklan Anda tersebut tak peduli Anda sangat mahir di hukum kriminalitas ataupun kasus perceraian. Jadi, janganlah membuat pikiran mereka teralihkan dengan informasi yang tak penting bagi mereka.


landing page international law

Betul, buatlah konten landing page Anda se-relevan mungkin sesuai kebutuhan spesifik.



4. Call-to-Action/Tombol-Tindakan


Salah satu perbedaan besar landing page dengan home page adalah landing page itu berorientasi pada action. Dengan kata lain, landing page harus memiliki suatu tombol Call-to-Action(CTA) yang mendorong pengunjung agar terkonversi.


CTA dapat berupa mengisi suatu form, atau menekan tombol menelpon/chat suatu nomor, atau bahkan membuat pembelian barang. Apapaun CTA-mu, harus jelas dan lugas.


Contohnya seperti “Ambil Voucher 50%”, atau “Download EBook Gratis”, atau “Chat Kami Sekarang”, atau “Ikut Kelas Ini”, atau bahkan sesimpel “Beli Sekarang”. Seringkali, memiliki CTA yang tepat sesuai penawarannya akan meningkatkan rasio konversi. Jadi, daripada hanya “Telp Kami Hari Ini”, coba sesuatu yang lain seperti “Telp Kami Sekarang Dapatkan Diskon 20%”. Ini akan memberikan kesan bagi audience Anda bahwa mereka mendapatkan sesuatu insentif jika mereka melakukan aksi itu saat ini juga.


Sebaliknya, home page kemungkinan besar tak memiliki CTA yang kuat, karena memang bukan itu tujuannya. Sedangkan landing page harus dapat memisahkan diri secara visual dan verbal akan mendorong audience Anda agar convert.



Kesimpulan


Anda boleh mengatakan semua bergantung pada ‘fokus’. Home page Anda memberikan begitu banyak informasi yang lengkap, banyak sumber daya, dan banyak link. Tujuan dari home page website perusahaan memang memberikan informasi selengkap-lengkapnya guna menarik customer potensial dari berbagai lapisan dan segmen.


Sebuah landing page memiliki pesan yang spesifik, konten yang relevan, dan sangat fokus.


Jika mau tau cara membuat landing page terbaik untuk bisnis Anda, kami memberikan materi ini pada kursus privat 1 on 1, bisa daftar disini.


Tulisan ini adalah saduran dari artikel serupa berbahasa Inggris dari Disruptive Advertising.


PT. Mata Angin Digital

Centennial Tower Level 29, Jl. Gatot Subroto No. 27,
Karet Kuningan, DKI Jakarta 12950

WA +62 819 11111 809

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon

©2018 powered by Mata Angin Digital